|
Ditulis Oleh Kelik
|
|
Wednesday, 22 April 2009 |
|
Jujur ajur, itulah dua kata yang sejak jaman dulu sudah saya dengar. Arti dua kata itu adalah barang siapa berbuat jujur akan hancur. Saya tidak sependapat dengan itu, karena menurut pendapat saya bahwa orang yang jujur bakalan menang di penghujungnya, meski ujungnya akhirat.
Kata-kata yang yang menurut saya tidak baik dan mungkin malah mengajak tidak baik itu akan selalu berkembang dan bertambah sesuai dengan kemerosotan moral lingkungan. Jaman dulu kata, kalimat, pribahasa ataupun lagu berisi sesuatu yang baik, mengandung petuah dan lain-lain. Sebagai contoh lagu ilir-ilir karangan sunan kali jaga yang penuh arti, ada kalimat dari Ki Hajar Dewantoro Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Nah yang baru sekarang ini muncul dari Bapak Amin Rais mengenai partai-partai pada pemilu tahun ini. Pak Amin bilang, “ngono yo ngono tapi aku ojo semono”. Yang artinya begitu ya begitu tapi aku jangan segitu. Padahal sebelumnya kalimat itu adalah “ngono yo ngono neng ojo ngono” yang artinya begitu yan begitu tapi jangan gitu.
Kembali ke masalah jujur ajur. Mungkin untuk sesaat ada benarnya. Bisa saja yang berbuat jujur akan dikalahkan oleh orang yang tidak jujur. Untuk sekarang ini terjadi pada siswa SMU yang sekarang lagi mengerjakan soal dan ini hari ke tiga Ujian Akhir Nasional (UAN).
Syarat kelulusan untuk sekarang ini relative tinggi dan para siswa banyak yang tidak siap dalam menghadapinya. Ada seorang teman yang jadi guru SMU. Murid-muridnya disinyalir telah menyiapkan contekan. Ada diantara mereka yang memanfaatkan teknologi yang ada. Mereka beramai-ramai membeli Handphone yang tipis yang lebih aman untuk menyebarkan jawaban. Terus saya tanya, “Lho khan ada pengawasnya?”, “Pengawasnya khan juga bukan gurunya?”. Temenku jawab, “Dari atas pangawasnya sudah diset untuk membiarkan murid-murid nyontek”. Wow ternyata……
Tadi malam saya juga baca di running text di Televisi TV One, di Bengkulu ada 16 Kepala Sekolah ditangkap Polisi karena membocorkan soal ujian. Prasangka saya, Kepsek itu membocorkan soal ujian bukan karena uang, tapi karena takut anak didiknya banyak yang tidak lulus. Dengan banyaknya tidak lulus anak didik maka untuk penerimaan siswa baru akan berkurang.
Kepada Bapak Menteri, tolong jangan naikkan syarat kelulusan. Tambahlah ilmu budi pekerti, jangan malah menghasilkan ketidakjujuran. Dengan tingkat kelulusan yang tinggi murid-murid belum pada siap. Entah karena kurang belajar atau kualitas gurunya yang tidak bagus sehingga tidak dapat menjadikan murid pandai dan jujur.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 22 April 2009 )
|
re: terima kasih kembali - ilmu yang...
re: Salam Hormat - Salam Hirmat,,, h...
ilmu yang bermanfaat,trimas
Salam Hormat - Salam Hirmat,,, hehhe ...
re: Ucapan Teriam kasih - duh thank ...