| Candi Gunung Wukir |
|
| Ditulis Oleh Kelik | ||||||
| Wednesday, 06 January 2010 | ||||||
|
Pendirian lingga ini untuk memperingati ketika dia telah membangun kembali kerajaan dan bertahta dengan aman tenteram setelah mengalahkan musuh-musuhnya dan Raja Sanna gugur dalam peperangan melawan musuh tersebut. Kembalinya Sanjaya di tahta kerajaan Mataram Kuna pada tahun 717 Masehi. Dalam Prasasti Mentyasih yang berangka 829 Saka atau 907 Masehi, Sanjaya disebut dalam urutan pertama raja Kerajaan Mataram Kuna, disusul Rakai Panangkaran. Menurut catatan inventarisasi bangunan-bangunan penginggalan kuna Raporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch Indie, Inventaris der Hindoe-oudhe den tahun 1914, di situs candi ini dahulu pernah ditemukan dua buah Arca Ganesha, dua Arca Nandhi, sebuah Arca Batari Durga, dan sebuah yoni yang berada di candi induk. Di sinilah ditemukan Prasasti Canggal penginggalan Raja Sanjaya dengan angka tahun 654 Saka atau 732 Masehi.Batu prasasti yang terkait dengan sejarah Kerajaan Mataram Kuna ini ditemukan di dua tempat. Bagian terbesar prasasti tersebut ditemukan di dusun Canggal, sebelah bawah lokasi candi. Bagian kecil lainnya ditemukan di halaman kompleks percandian Gunung Wukir. Prasasti dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta ini kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Candi Gunung Wukir di Dusun Canggal Desa Kadiluwih Kecamatan Salam sampai kini merupakan candi tertua yang ditemukan di daerah Kabupaten Magelang. Candi yang bernapaskan agama Hindhu peninggalan jaman Kerajaan Kuna ini merupakan Candi Siwa peninggalan Raja Sanjaya. Kompleks candi ini berada di puncak bukit Gunung Wukir, tidak jauh dari jalan Semen-Ngluar, kira-kira 4 Kilometer dari jalan raya Magelang-Yogyakarta. Ketinggian kompleks percandian ini 340 meter dari permukaan laut, berjarak 10,7 Kilometer dari Candi Borobudur. Keadaan bangunan kini tinggal puing-puing pondasi candi. Hanya tinggal satu bangunan candi perwara yang masih berdiri, ini pun sudah tidak utuh lagi, tanpa atap candi. Kompleks Candi Gunung Wukir seluas 50m x 50m persegi, kini terawat dengan baik dan tampak bersih serta asri. Bangunan candi yang semula tersebar di pelataran candi, ditata rapi di sebelah utara, candinya menghadap ke timur. Di situs candi ini kini hanya tersisa pondasi bangunan candi induk dan pondasi candi-candi perwara di tiga tempat. Tulisan ini saya ambil dari surat kabar harian Kedaulatan Rakyat Hari Minggu Legi tanggal 3 Januari 2010 yang ditulis oleh Amat Sukandar.
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 06 January 2010 ) | ||||||
| Berikutnya > |
|---|
Sedikit Tentang Saya
Kelik Erlambang namaku, lahir di magelang, besar di yogyakarta, sekarang balik lagi ke magelang. Sudah berkeluarga dengan satu orang anak. Ketika masih di bangku SMA paling malas belajar, sekarang giliran kemampuan otak berkurang, semangat belajar malah meningkat. Belajar dan belajar… , em... cari duit juga dan jangan lupa berdoa dan ibadahnya..
Jam
Yang Online
Saat ini ada 116 tamu onlineBlogroll
Komentar
Variasi Design
Tersedia Pilihan Warna :
Tersedia Jenis Huruf : Arial Verdana Tahoma Trebuchet Georgia Optima Times New Roman Lucida Lucida Sans
Tersedia Ukuran Font :
![]()

Sanjaya adalah seorang raja gagah berani yang menaklukkan raja-raja di sekelilingnya bagaikan “Raghu”. Ia juga dihormati para pujangga karena dipandang sebagai raja yang paham akan isi kitab-kitab suci. Ia bagaikan “Meru” yang menjulang tinggi dan meletakkan kakinya jauh di atas kepala raja-raja yang lain. Selama di memerintah dunia ini yang berikat-pinggangkan samudera dan berdada gunung-gunung, rakyat dapat tidur di pinggir jalan tanpa merasa takut akan penyamun dan bahaya lain, sehingga Dewi Kali hanya menangis-nangis saja karena tidak dapat berbuat apa-apa.
Menurut catatan inventarisasi bangunan-bangunan penginggalan kuna Raporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch Indie, Inventaris der Hindoe-oudhe den tahun 1914, di situs candi ini dahulu pernah ditemukan dua buah Arca Ganesha, dua Arca Nandhi, sebuah Arca Batari Durga, dan sebuah yoni yang berada di candi induk. Di sinilah ditemukan Prasasti Canggal penginggalan Raja Sanjaya dengan angka tahun 654 Saka atau 732 Masehi.
re: terima kasih kembali - ilmu yang...
re: Salam Hormat - Salam Hirmat,,, h...
ilmu yang bermanfaat,trimas
Salam Hormat - Salam Hirmat,,, hehhe ...
re: Ucapan Teriam kasih - duh thank ...