| Candi Kalasan |
|
| Ditulis Oleh Kelik | ||||||
| Saturday, 25 July 2009 | ||||||
Candi Kalasan merupakan bangunan adikarya gabungan agama Budha dan agama Hindhu. Ada sumber yang menginformasikan bahwa candi tersebut dibangun atas perintah Panangkaran untuk menghormati Bodhisattva. Ada sumber yang menginformasikan bahwa Candi Kalasan dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan antara Raja Pancapana dari Dinasti Sanjaya dan permaisuri dari Dinasti Sailendra. Sumber lain yaitu di informasi pintu masuk candi, prasasti tersebut menyebutkan, seorang guru dan penasehat raja berhasil membujuk Maharaja Panangkaran dari keluarga syailendra penganut agama Hindu untuk membangun tempat pemujaan dan vihara bagi rakyatnya yang memeluk agama Budha. Prasasti tersebut tertanggal 778 Masehi ditulis dalam bahasa sansekerta dengan huruf Prenagari, yang sekarang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Bangunan Candi Kalasan ini mempunyai tinggi 34 meter dengan 3 tingkat, ukuran 45m2, dan terdiri dari 4 gerbang yang berada di sisi timur, selatan, barat, dan utara dengan ciri khas Candi Hindhu yang digabungkan dengan stupa dan ornamen kala makara Budha. Susunannya adalah pelataran, tangga masuk, di tingkat 1 dan bilik utama terdapat bilik bodhisattva. Bangunan di atas lagi berupa muka candi, di atasnya lagi tingkat 2, naik lagi tingkat 3 dan di tempat ini terdapat stupa seperti yang ada di candi Hindhu. Konon kalau dilihat bilik-bilik yang ada di Candi Kalasan menjadi tempat pemujaan Dewi Tara, ibu dari segala Budha dan simbolis sifat “welas asih”. Dulu di bilik utama terdapat arca Dewi Tara sedang duduk di singgasana berukuran raksasa yang terbuat dari perunggu. Namun kini yang tinggal hanya sisa-sisa singgasana batu saja, karena arca tersebut sudah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta untuk menghindari tangan-tangan jahil para penjarah situs purbakala.
Dengan demikian bisa juga disimpulkan bahwa toleransi dan saling menghormati antar umat beragama di jaman itu sangat terjalin dengan baik. Oiya letak Candi Kalasan tersebut barada di Kalibening, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta DIY. Candi ini antara Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta (Solo).
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 26 August 2009 ) | ||||||
| < Sebelumnya |
|---|
Sedikit Tentang Saya
Kelik Erlambang namaku, lahir di magelang, besar di yogyakarta, sekarang balik lagi ke magelang. Sudah berkeluarga dengan satu orang anak. Ketika masih di bangku SMA paling malas belajar, sekarang giliran kemampuan otak berkurang, semangat belajar malah meningkat. Belajar dan belajar… , em... cari duit juga dan jangan lupa berdoa dan ibadahnya..
Jam
Yang Online
Saat ini ada 85 tamu onlineBlogroll
Komentar
Variasi Design
Tersedia Pilihan Warna :
Tersedia Jenis Huruf : Arial Verdana Tahoma Trebuchet Georgia Optima Times New Roman Lucida Lucida Sans
Tersedia Ukuran Font :
![]()

Candi Kalasan merupakan bangunan adikarya gabungan agama Budha dan agama Hindhu. Ada sumber yang menginformasikan bahwa candi tersebut dibangun atas perintah Panangkaran untuk menghormati Bodhisattva. Ada sumber yang menginformasikan bahwa Candi Kalasan dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan antara Raja Pancapana dari Dinasti Sanjaya dan permaisuri dari Dinasti Sailendra. Sumber lain yaitu di informasi pintu masuk candi, prasasti tersebut menyebutkan, seorang guru dan penasehat raja berhasil membujuk Maharaja Panangkaran dari keluarga syailendra penganut agama Hindu untuk membangun tempat pemujaan dan vihara bagi rakyatnya yang memeluk agama Budha. Prasasti tersebut tertanggal 778 Masehi ditulis dalam bahasa sansekerta dengan huruf Prenagari, yang sekarang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
re: terima kasih kembali - ilmu yang...
re: Salam Hormat - Salam Hirmat,,, h...
ilmu yang bermanfaat,trimas
Salam Hormat - Salam Hirmat,,, hehhe ...
re: Ucapan Teriam kasih - duh thank ...