|
Sanjaya adalah seorang raja gagah berani yang menaklukkan raja-raja di sekelilingnya bagaikan “Raghu”. Ia juga dihormati para pujangga karena dipandang sebagai raja yang paham akan isi kitab-kitab suci. Ia bagaikan “Meru” yang menjulang tinggi dan meletakkan kakinya jauh di atas kepala raja-raja yang lain. Selama di memerintah dunia ini yang berikat-pinggangkan samudera dan berdada gunung-gunung, rakyat dapat tidur di pinggir jalan tanpa merasa takut akan penyamun dan bahaya lain, sehingga Dewi Kali hanya menangis-nangis saja karena tidak dapat berbuat apa-apa.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 06 January 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
Candi mendut adalah candi yang digunakan sebagai tempat pemujaan agama budha yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi Mendut ini mempunyai bentuk yang relative kecil, terletak di dekat Candi Borobudur, tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan Prasasti Karangtengah yang terletak di dekat Kota Temanggung, Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang berarti candi di tengah hutan bambu. Ada pendapat lain bahwa venu vana mandira ini adalah candi ngawen yang letaknya sekitar 6 KM dari Candi Mendut.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 29 September 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
 Candi Kalasan merupakan bangunan adikarya gabungan agama Budha dan agama Hindhu. Ada sumber yang menginformasikan bahwa candi tersebut dibangun atas perintah Panangkaran untuk menghormati Bodhisattva. Ada sumber yang menginformasikan bahwa Candi Kalasan dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan antara Raja Pancapana dari Dinasti Sanjaya dan permaisuri dari Dinasti Sailendra. Sumber lain yaitu di informasi pintu masuk candi, prasasti tersebut menyebutkan, seorang guru dan penasehat raja berhasil membujuk Maharaja Panangkaran dari keluarga syailendra penganut agama Hindu untuk membangun tempat pemujaan dan vihara bagi rakyatnya yang memeluk agama Budha. Prasasti tersebut tertanggal 778 Masehi ditulis dalam bahasa sansekerta dengan huruf Prenagari, yang sekarang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bangunan Candi Kalasan ini mempunyai tinggi 34 meter dengan 3 tingkat, ukuran 45m2, dan terdiri dari 4 gerbang yang berada di sisi timur, selatan, barat, dan utara dengan ciri khas Candi Hindhu yang digabungkan dengan stupa dan ornamen kala makara Budha. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 26 August 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
Pariwisata Yogyakarta Candi Sambisari. Candi Sambisari terletak di desa Sambisari Kelurahan Purwomartani, lebih kurang 12 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan umum bus atau microbus jurusan Yogya-Solo, sampai di sekitar kilometer 10 dimana terdapta persimpangan kea rah kiri (arah Utara) yang diberi papan penunjuk ke arah lokasi candi Sambisari (lebih kurang 2 kilometer). Candi ini baru saja diketemukan, yakni di sekitar tahun 1966, ketika seorang petani dengan tidak sengaja membenturkan cangkulnya pada puncak candi yang di tanah peladangnya. Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan candi dan tanah yang telah menimbunnya selama ini, candi setinggi 6 meter ini telah terbenam oleh material gunung Merapi dalam letusannya yang hebat pada tahun 1906. Candi Sambisari merupakan candi Hindu dari abad ke 10 dan diperkirakan diabngun oleh seorang raja dari wamca Sanjaya, dengan patung Shiwa sebagai Mahaguru menempati bilik utamanya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 26 August 2009 )
|
|
|
re: terima kasih kembali - ilmu yang...
re: Salam Hormat - Salam Hirmat,,, h...
ilmu yang bermanfaat,trimas
Salam Hormat - Salam Hirmat,,, hehhe ...
re: Ucapan Teriam kasih - duh thank ...